Selasa, 14 Februari 2017

Cantiknya Syahrini KW saat Mandi, N3n3n Gede, Kuenya Lebat, Tonton dahh...



Aksi Malenna Grace ini memang bikin tegang penonton. Lekuk tubuhnya yang padat berisi dan besar dibagian dadanya itu diumbar di youtube. Bahkan Syahrini KW ini rela memperlihatkan kue apemnya yang lebat demi sebuah popularitas.

Grace yang suka mengumbar foto dan video seksinya instagram malenna_grace itu, kembali bikin nitizen was-was. Bagaimana tidak, video terbarunnya kali ini terbilang paling seronok.

Grace yang sedang mandi sengaja merkam tubuhnya tanpa busana. Hanya tangan yang menutupi bagiannya dadanya. Dia bahkan sempat mengarahkan video itu ke bagian vital tanpa rasa cangung sedikipun.

Ada dua postingan video Grace yang sedang berendam di bathroom. Keduanya masih satu video yang sengaja diposting terpisah.

Meski begitu, wanita yang wajah dan gayanya disama-samakan dengan artis Syahrini ini bukan baru kali sekali bikin heboh di media sosial lewat foto danvideo panas.

Beberapa waktu lalu, Grace juga pernah memerkan bagian vitalnya saat lagi berendam di kolam. Hampir sama dengan postingan yang lain, Grace terkesan sengaja memamerkan tubuhnya ke para followers.

Karena postingan tersebut, si Syahrini KW ini selalu mendapat kecaman dari nitizen,

Akun @chenkoh_favorite misalnya menulis, “Masih mahalan paha ayam pastinyaaa,”

Sama halnya dengan akun @illahi_ya_rabb, “Semua hnya sementara mbak.. syukuri pemberian Tuh├án.. kecantikan bkn hnya wajah dan body. Tapi ahlaq jg.. cantik boleh tp hrs diikuti ahlaq.

Meski banyak mendapat kecaman, namun Malenna Grace tampaknya tidak juga kendur, hampir sebagian besar foto dan videonya di instagram adalah video panas.

Di akun instagramnya, Malenna mengaku dia adalah model entertainer dan kontraktor. Meski begitu publik tidak mengenal Malenna sebagai artis atau model melainkan wanita yang sering memposting foto dan video-video fulgar. (bdn)

Senin, 13 Februari 2017

Jujur Akui Merusak Mobil Mewah, Remaja China Diberi Rp19 Juta

Chen Yifan (kiri) remaja SMA di China yang diberi uang sekitar Rp19 juta karena kejujurannya telah merusak mobil mewah. Foto / Qq.com


Seorang remaja China yang sudah jujur mengaku telah merusak mobil mewah justru mendapatkan hadiah uang sebesar 10.000 yuan atau sekitar Rp19 juta. Hadiah uang sebesar itu berasal dari pemilik mobil mewah tersebut.

Remaja yang masih duduk di bangku SMA DI Xinmi, Provinsi Henan utara itu bernama Chen Yifan.  Ketika merusakkan mobil mewah tanpa sepengetahuan pemiliknya, Chen meninggalkan catatan permintaan maaf dan semua uang yang dimilikinya sebagai ganti rugi.

Chen tak sengaja merusakkan salah satu spion kiri mobil BMW yang diparkir ketika dia mengendarai sepeda listrik pada awal bulan ini. Remaja ini sebenarnya bisa saja lepas dari tanggung jawabnya karena tak ada saksi yang melihat kelalaiannya.

Tapi, Chen memutuskan mengambil pena untuk membuat catatan permintaan maaf yang dia tinggalkan untuk pemilik mobil. Dia juga meninggalkan semua uang sakunya sebesar 311 yuan atau sekitar Rp602.000 sebagai ganti rugi.

”Paman yang terhormat, saya minta maaf atas kesalahan saya dan saya juga merasa sangat sedih tentang hal ini,” tulis Chen di catatan itu.

”Saya seorang pelajar dan bekerja magang. Saya sudah meninggalkan uang untuk Anda sebagai kompensasi. Saya tahu itu tidak cukup, tapi saya tidak punya uang. Saya sungguh-sungguh menyesal,” lanjut tulisan Chen, seperti dikutip South China Morning Post, Senin (13/2/2017).

Setelah pemilik mobil mewah kembali ke parkir, dia menemukan catatan dan uang tunai di mobilnya. Catatan permintaan maaf itu membuatnya tersentuh.

Pemilik yang namanya tidak diungkap itu awalnya membuang catatan permintaan maaf Chen karena merasa remaja tersebut bertanggung jawab atas kerusakan spion mobil mewahnya. Tetapi, dia merenungkan kejujuran Chen. Dia akhirnya mengambil catatan permintaan maaf itu untuk melakukan sesuatu.

Dengan bantuan polisi setempat, dia menghubungi keluarga Chen untuk berterima kasih. Ketika dihubungi, ibu Chen semula ingin menutupi biaya kerugian dari kerusakan spion itu. Tapi, pemilik mobil menolaknya dan ingin membiayai sendiri.

Beberapa hari kemudian, si pemilik mobil meminta putrinya untuk mengirim uang tunai 10.000 yuan kepada Chen. Pemilik mobil itu juga berjanji membantu Chen menyelesaikan studinya.

Chen dan keluarganya sempat menolak hadiah tersebut. Tapi, setelah dibujuk polisi dan pejabat lokal, Chen akhirnya bersedia menerimanya.



(mas)

Minggu, 12 Februari 2017

HEBOH! Letusan Sinabung Menyerupai Ular Kobra, Tanda-tanda Bakal Ada Bencana Besar

Foto : Sindonews


Bencana alam semakin akrab dengan Sumatera Utara. Setelah Gunung Sinabung tidak henti-hentinya meletus, warga Sumut diresahkan dengan gempa yang selalu mengintai. Dalam minggu ini, sekitar 4 kali propinsi yang terkenal dengan Danau Toba ini digoyang gempa.

Amuk Sinabung seakan memberi tanda. Terakhir, letusan Gunung Sinabung menyerupai ular kobra raksasa yang sedang mengintai mangsa.

Beberapa warga Karo yang melihat fenomena ini langsung berdoa agar terhindar dari kemarahan alam yang luar biasa.

Seperti diprediksi oleh para ahli, Sinabung merupakan anak gunung Toba yang ledakannya bisa memusnahkan Pulau Sumatera.

Letusan Sinabung dan gempa yang selama ini terjadi merupakan reaksi dari mulai bergejolaknya lapisan magma di dasar Danau Toba.

Dilansir dari Livescience, lapisan magma yang berupa tumpukan sangat besar tersimpan tujuh kilometer di bawah dasar danau toba sewaktu-waktu bisa meletus

Penemuan ini bisa sangat mengkhawatirkan. Maklum, menurut para peneliti, di beberapa titik di masa depan, semua cairan magma yang kini tersimpan di bawah Danau Toba bisa saja meledak keluar dari dalam tanah.

Seperti diketahui, ledakan gunung toba sekitar 74.000 tahun silam adalah ledakan supervolcano terbesar dunia di mana gunung itu mengeluarkan isi magma hingga 2.800 kilometer kubik.

Para peneliti telah mengumpulkan data terkait Gunung Toba bagaimana gunung ini mempunyai mekanisme yang berbeda dalam mengumpulkan magma sebelum memuntahkannya dengan ledakan yang menakutkan.



“Saya rasa ini adalah ciri khas letusan dari gunung Toba ini. Model struktur geodinamika seperti yang dijelaskan oleh hasil penelitian kami memprediksi bahwa dibutuhkan jutaan tahun untuk mengumpulkan volume magma yang diperlukan,” kata Christoph Sens – Schonfelder.

Pada dasarnya gelombang seismic akan melaju lebih cepat jika melintasi media padat berupa batuan dan melambat ketika melewati media cair berupa magma. Hasil penelitian menunjukkan adanya pelambatan gelombang yang mengindikasikan bahwa pada kerak bumi di bawah Danau Toba terdapat magma, yang tersekap dalam kantung magma.

Menurut analisis, yang dipimpin oleh Kairly Jaxybulatov dari Trofimuk Institut Petroleum Geologi dan Geofisika di Rusia , kumpulan magma terdapat di kedalaman tujuh kilometer hinggan 30 meter yang terbentang 10 hingga 20 kilometer di bawah Pulau Samosir.

Namun para ahli mengatakan bahwa temuan-temuannya tidak bisa membantu memprediksi kapan Gunung Toba melepaskan ledakan magma Supervolcanonya kembali.
“Strukturnya mungkin berbeda dari letusan lalu , penelitian kami hanya bercerita tentang satu fase dalam evolusi gunung paling mengerikan ini dan kita tidak tahu di fase sekarang terkait prediksi ledakan Gunung Toba,” tutup Sens-Schonfelder. (red poskita)

Sabtu, 11 Februari 2017

Pasang Tarif Kencan di Medsos, Andika Kangen Band Pukuli Istri



Rumah tangga Andika Kangen Band dan Chairunnisa alias Caca berada di ujung tanduk. Caca melaporkan Andika ke Polresta Bandarlampung.

Andika juga disebut-sebut selingkuh dengan istri polisi. Sebaliknya, Andika menuding istrinya jual diri dengan memasang tarif kencan di media sosial Facebook.

Diduga, sang istri nekat jual diri lantaran kesal dan marah Andika selingkuh dengan istri polisi. Dugaan perselingkuhan itulah yang memantik penganiayaan Andika terhadap istrinya.

Tak terima, sang istri melaporankan Andika ke Polresta Bandarlampung, Kamis (9/2). Kepada polisi Caca mengaku bahwa dirinya mendapat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Andika.

“Andika memukul wajah saya pakai besi gagang pedang,” ujar Caca, sapaan akrab Chairunnisa.

Laporan Caca ke polisi langsung ditanggapi Andika. Ia mengaku menganiaya Caca karena selingkuh dengan pria lain.

Kendati mengaku memukul Caca, Andika membantah selingkuh dengan istri polisi.

“Istri polisi itu ketemu dengan kita dan memang sudah biasa main ke rumah orang tua saya di Ratulangi, itu merupakan teman saya sejak SD dan dia sudah seperti keluarga,” ujar Andika dalam konferensi pers yang digelar Jumat (10/2).

Andika menuding bahwa Caca yang berselingkuh. Kata Andika, hal itu terungkap dari percakapan di facebook Caca. Dalam percakapan dengan seorang laki-laki, Caca mengaku sudah berpisah dengan Andika.

(ps)

Timun Patah di Dalam Saat Sedang Tinggi



Ditinggal pergi suami memang bikin Wati (26), nama samaran, mencari pelampiasan. Kalau ingin bermain dengan lelaki lain, Wati masih takut dosa dan takut hamil.

Jalan satu-satunya adalah mencari kepuasan dengan benda yang mirip dengan si otong.

Dari beberapa pilihan, yaitu terong, pisang dan timun, Wati akhirnya menjatuhkan pilihan ke nomor 3, timun.

Janda cantik asal Aceh yang lama tinggal di Medan ini segera memilih-milih timun yang ukurannya sesuai. Tidak terlalu besar, atau malah kekecilan. Yang sedang-sedang saja.

Timun dengan panjang 17cm dan diameter 5 cm menjadi pilihan Wati.

Setelah sebelumnya dilumuri baby oil, pelan-pelan timun dimasukkan.

Desahan halus pun keluar dari bibir tipis Wati saat timun mulai maju mundur.

Nggak butuh waktu lama, sekitar 5 menit melakukan permainan timun, Wati mendekati puncak.

Tubuh mulusnya berkeringat, goyangan dipercepat, tusukan pun diperdalam.

Naas, ketika mencapai puncak, diiringi desahan panjang, timun tak sanggup menahan beban dan patah.

Belum habis menikmati puncak, Wati harus 'turun' dengan rasa khawatir. Patahan timun masih tertinggal di dalam!

Berbagai usaha untuk mengeluarkan si otong palsu gagal. Akhirnya dengan sedikit sakit, Wati mengenakan pakaian dan segera pergi ke bidan sebelah rumah dengan jalan mengangkang.

Oalahh... untung saja rumahnya dekat dengan klinik. Tapi yang bikin malu, ternyata kisah Wati ini menyebar dengan cepat di kampung tempat tinggalnya. Siapa yang cerita ya...???

Bukan Wati, cuma ilustrasi

Jumat, 10 Februari 2017

Pengen Rasakan Sensasi Pakai Belut, Cewek Mukakuning Malah Tewas



Entah apa yang ada dipikiran Memey (25), nama samaran, warga Medan. Cewek cantik bermata sipit berkulit kuning langsat ini tewas dengan cara yang tidak masuk akal.

Sudah 3 tahun Memey menjadi janda. Suaminya pergi bersama wanita lain. Layaknya seorang manusia biasa yang dibekali nafsu, gelora Memey seperti air bah yang tak lagi sanggup dibendungnya.

Rabaan tangan lelaki sangat dirindukannya. Tapi rasa sakit hati membuat Memey menutup hati untuk lelaki.

Keinginan merasakan 0rgasme didapat dari berbagai alat bantu. Mulai dari yang terbuat dari karet hingga buah-buahan seperti pisang pernah dicoba.

Namun sensasinya masih kalah jauh dari yang asli.

Akhirnya Memey memilih belut sebagai teman tidurnya. Awalnya, bentuk belut yang mirip senjata pria begitu membuatnya melambung.

Tapi sayang, ketika semakin menuju puncak, si belut malah terus masuk ke dalam.

Memey teriak kesakitan. Orangtua yang mendengar sempat melarikan Memey ke rumah sakit terdekat. Namun sayang, nyawa Memey tak bisa diselamatkan. (bbs)


Jumat, 03 Februari 2017

Tak Tahan Lihat Adik Ipar Pakai Daster Tipis, Lalu...



SU (44) tak dapat menahan nafsu melihat kemolekan tubuh ME (19) yang merupakan adik iparnya sendiri.

Ia kemudian memerkosa wanita yang sudah menjanda dua kali tersebut.

Dugaan pemerkosaan itu terjadi di rumah korban sendiri di Desa Ambakiang RT 02, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Selasa (31/1) sekitar pukul 06.30 Wita.

Tidak terima dengan tindakan pelaku yang merupakan karyawan perusahaan pertambangan itu, keluarganya lalu memutuskan untuk melaporkan kejadian itu kepada kepolisian setempat.

Kapolsek Awayan IPTU Agus S membenarkan terkait adanya laporan oleh keluarga korban tentang dugaan pemerkosaan ini.

Kepada petugas, pelaku mengaku melakukannya dengan sengaja, karena tergoda melihat korban hanya mengenakan daster tipis.

Diterangkannya, kejadian bermula saat pelaku datang ke rumah korban pukul 06.30 Wita dengan alasan ingin meminjam pompa sepeda, karena ban sepedanya kurang angin.

ME lalu keluar dengan mengenakan daster tipis sambil membawakan pompa dan memberikannya kepada pelaku.

Melihat kemolekan tubuh korban itu, nafsu pelaku bergejolak. Selesai memompa sepeda, ia masuk ke rumah yang kebetulan dalam situasi sepi dan langsung menuju ke kamar korban. Dalam rumah sebenarnya ada dua adik korban, namun masih tertidur pulas.

Didukung dengan suasana yang sepi, pelaku langsung melancarkan niat bejatnya.

Korban yang sangat terpukul atas tindakan dari kakak iparnya tersebut langsung menceritakannya kepada orangtuanya.

Mendengar pengakuan itu, ayahnya langsung menyuruh kakak korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Mendapatkan laporan, anggota langsung menuju ke lokasi. Sesampainya di rumah korban, sudah ada pelaku pemerkosaan, sehingga langsung saja dibawa ke Polsek Awayan untuk menjalani pemeriksaan,” katanya, seperti diberitakan Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group).

Barang bukti yang diamankam sendiri berupa satu selimut warna merah serta celana dalam warna hijau. (why)

Selasa, 31 Januari 2017

Hiks... Selamat Tinggal Lee Min Ho...



Jagat pencinta drakor (drama Korea) runtuh. Aktor ganteng pujaan ibu-ibu galau, Lee Min-ho, segera melakoni wajib militer (wamil). Kabarnya, bintang Legend of the Blue Sea itu memulai wamil pada Maret atau April. Dia menyusul selebriti lain, seperti T.O.P Big Bang, Taecyeon dan Jun.K 2PM, Junsu JYJ, serta aktor Seo In-guk.

’’Belum ada tanggal pasti. Kami sedang menunggu pengumuman,’’ kata orang dekat Min-ho sebagaimana dikutip Sports DongA. Namun, berita tersebut segera dibantah manajemen Min-ho, MYM Entertainment.

’’Lee Min-ho belum menerima informasi apa pun terkait tanggal bertugasnya. Dia bahkan belum menerima pengumuman pendaftaran,’’ tegas perwakilan MYM Entertainment sebagaimana dikutip Soompi kemarin (31/1). Meski begitu, mereka mengakui telah mengantongi kepastian seputar penugasan aktor yang melejit lewat Boys Over Flowers itu.

Min-ho akan bertugas sebagai petugas pelayanan publik. Bukan ditempatkan di kemiliteran. Sebab, kekasih musisi dan aktris Baek Suzy tersebut pernah mengalami kecelakaan mobil pada 2006. Karena insiden itu, dia harus menjalani operasi pemasangan sekrup metal di salah satu kaki.

Pihak MYM Entertainment mengonfirmasi, Min-ho kini sedang bersiap menjelang fan meeting pada 18–19 Februari di Seoul. Momen itu diperkirakan menjadi event terakhir Min-ho sebelum melaksanakan wamil. ’’Total, 6.000 tiket telah terjual dalam waktu singkat,’’ tegas perwakilan agensi tersebut. (Soompi/fam/c7/na/tia)

Kamis, 26 Januari 2017

MODUS BARU! 40 Kali Ambil Uang di ATM Tanpa Kurangi Saldo, Ini caranya...



Nopiliansyah (28) dan Mudri (40), warga Kotaagung Timur, Tanggamus, Lampung, ditangkap anggota Polresta Bandarlampung, Senin (22/1) lalu.

Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka pembobol ATM dengan modus yang tergolong baru. Mereka menjadikan ATM sendiri sebagai alat untuk mendapatkan uang.

Nopiliansyah, yang diduga tersangka utama mengatakan, ia belajar cara membobol ATM dari seorang rekannya di Medan, Sumatera Utara. ”Saya kenalan di jalan. Trus, belajar bobol ATM,” ujarnya.

Ia mengaku sudah sekitar 40 kali beraksi. Sasarannya hanya ATM tertentu. ”Kalau beraksi, paling dua menit selesai,” kata dia.

Dikatakan, saat uang keluar dari mulut mesin ATM, ia langsung mengganjal dengan ujung gunting.

Lantas uang ditarik paksa sehingga tidak tercatat dalam transaksi.

”Sekali ngambil, sekitar Rp 2 juta. Uangnya saya pakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” akunya.

Sedang Mudri mengaku baru satu kali ajak beraksi oleh Nopiliansyah. ”Saya cuma ngawasin aja. Dia (Nopiliansyah, Red) yang ambil uangnya,” kata Mudri.

Kapolresta Bandarlampung Kombespol Murbani Budi Pitono mengatakan, kedua tersangka sudah puluhan kali beraksi. Hasilnya, mereka mendapatkan uang hingga ratusan juta.

’’Ini merupakan modus baru. Tersangka menggunakan ATM-nya sendiri,” kata Murbani dalam ekspose di Mapolresta Bandarlampung kemarin (25/1).

Dilanjutkan, dalam aksinya, tersangka mengambil uang tabungannya melalui ATM. Saat uang dari mesin keluar, mereka mengganjal ATM dengan gunting. Ini menyebabkan transaksi tidak tercatat.

’’Dengan cara ini, uang di tabungan tersangka tetap utuh,” sebut dia, seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group).

Murbani melanjutkan, aksi tersangka terbongkar berdasar laporan sebuah bank dengan LP B/322/I/2017/Lpg/Resta Balam pada Minggu (22/1). Pihak bank curiga lantaran uang pada beberapa ATM berkurang.

Berdasar rekaman CCTV di mesin ATM, ada dua orang yang dicurigai. Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui identitas keduanya.

Mereka dibekuk usai membobol sebuah ATM di Jl. Z.A Pagar Alam, Labuhanratu, Bandarlampung.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti uang tunai Rp7 juta, empat kartu ATM dan sebilah besi dari gunting yang sudah dimodifikasi.

”Akibat perbuatan tersangka, pihak bank mengalami kerugian hingga ratusan juta. Mereka beraksi sejak setahun terakhir,” urainya. (jp)

Rabu, 25 Januari 2017

ANEH YA! Dilaporkan Sejak 2015, Ade Armando Baru Tersangka di Tahun Ini



Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan status tersangka Ade Armando dalam kasus ujaran kebencian di UU ITE.

Kata Argo, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia itu baru menjadi tersangka sekarang lantaran banyaknya kasus yang diselidiki oleh penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

"Untuk tahun 2016 itu untuk cyber crime itu ada laporan 1600-an. Yang kami pelan-pelan selesaikan sudah 350-an kami selesaikan, jadi kami bertahap di situ ya, kami pelan-pelan untuk melakukan penyelidikan itu, dan saat ini sudah kami naikkan jadi penyidikan dan sudah ditetapkan tersangkanya," kilah Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/1/2017).

Tapi kenapa saat ada yang melaporkan Buni Yani langsung ditersangkakan?

Argo mengatakan saat ini pihaknya tengah membuat surat panggilan terhadap Ade.

Ade dijadwalkan menjalankan pemeriksaan sebagai tersangka pada Selasa (31/1/2017).

Kasus tersebut berawal saat Ade menulis sebuah status "Allah Bukan Orang Arab" di akun Facebook pada Mei 2015 lalu.

"Itu status di FB saya 20 Mei 2015 itu saya mengatakan Tuhan bukan orang Arab, Tuhan pasti senang kalau ayat-ayatnya dibaca dengan langgam Minang, Sumatera, dan seterusnya," kata Ade saat menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya pada Juni 2016 silam.

Ade mengaku bahwa ia menulis status tersebut terkait dengan rencana Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar festival pembacaan Al Quran dengan langgam Nusantara.

"Itu kaitannya dengan rencana Menag Lukman Hakim. Saat itu, dia berniat membacakan festival dengan langgam Nusantara. Waktu itu sudah ada contoh," kata Ade.

Pada Sabtu (23/5/2015), pengguna Twitter bernama Johan Khan (@CepJohan) melaporkan Ade ke Polda Metro Jaya.

Johan memutuskan untuk membawa masalah ini ke polisi karena Ade tidak mau minta maaf terkait pernyataannya dalam waktu 1 x 24 jam.

Atas laporan dugaan penistaan agama tersebut, Ade terancam dijerat Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama dan atau Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.(tribun)

Demi Penjarakan Dahlan Iskan, Jaksa Sembunyikan Barang Bukti Penting

Dari kiri Jaksa Penuntut Umum Lilik Indahwati, Trimo dan Nyoman pada persindangan Lanjutan Dahlan Iskan yang menghadirkan 4 saksi selasa (24/1), Pengadilan TipikorJuanda. Foto Ghofur Eka/Jawa Pos


Kesan bahwa jaksa memaksakan diri agar Dahlan Iskan bertanggung jawab atas pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim semakin terang benderang. Dalam sidang, terungkap bahwa jaksa ternyata menyembunyikan barang bukti penting dalam perkara Dahlan. Yakni, berita acara rapat umum pemegang saham (RUPS) 23 Mei 2002.

Dokumen RUPS tersebut sangat penting dalam perkara Dahlan. Sebab, dalam dokumen itu tertuang persetujuan restrukturisasi atau konsolidasi aset dari pemegang saham PT PWU. Restrukturisasi aset tak lain merupakan pelepasan aset yang tidak produktif untuk dibelikan aset di tempat lain yang lebih bernilai.

Sebagai Dirut PT PWU, Dahlan tentu tunduk dan harus menjalankan semua keputusan RUPS. Upaya mengaburkan fakta melalui penyembunyian barang bukti itu terbongkar ketika kuasa hukum Dahlan diberi kesempatan untuk bertanya kepada saksi yang hadir. Dalam sidang lanjutan kemarin (24/1), jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan empat saksi.

Mereka adalah Makhfudz (mantan Kasubag Sengketa Hukum di Biro Hukum Pemprov Jatim), Emmy Krisnawati (mantan Kasubag Penghapusan Aset Biro Perlengkapan Pemprov Jatim), dan Syamsuddin (mantan Kasubag BUMD Biro Pere­konomian Pemprov Jatim). Mereka juga pernah masuk dalam tim restrukturisasi aset PT PWU.

Satu saksi lagi adalah Yatiningsih Madjid. Dia merupakan kepala cabang Satyatama Graha, perusahaan yang ditunjuk untuk melakukan appraisal aset PT PWU.

Nah, dugaan ketidakjujuran jaksa terungkap ketika kuasa hukum Dahlan, Agus Dwi Warsono, mengajukan pertanyaan kepada saksi Syamsuddin. Agus menanyakan poin ke-24 dalam berita acara pemeriksaan Syamsuddin.

Dalam berita acara yang dibuat penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim bernama Dewi Setiastoetik dan Eko Wahyudi itu, penyidik menunjukkan dokumen RUPS PT PWU Jatim pada 2001 dan 23 Mei 2002 kepada Syamsuddin. Dalam dokumen itu, terdapat perincian aset yang disetujui masuk dalam program restrukturisasi aset oleh pemegang saham PT PWU.

“Apakah saksi saat diperiksa ditunjukkan dan melihat sendiri dokumen RUPS tersebut?” tanya Agus. Syamsuddin menjawab iya.

Sontak, jawaban Syamsuddin itu membuat Agus meradang. Dia langsung meminta izin kepada majelis hakim untuk menyampaikan keberatan. (ps)

Diserang Banyak Laporan, Habib Rizieq 99% Tersangka



Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengatakan bahwa Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab berpotensi menjadi tersangka.

Dia mengatakan, penetapan tersangka kepada Rizieq tinggal menunggu waktu saja.

"Kemungkinan besar Rizieq 99 persen akan menjadi tersangka. Satu persen lagi, kami hanya mencari keterkaitan bukti satu dengan yang lain," kata Anton di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

Hal ini merujuk pada banyaknya laporan yang menjerat Rizieq di Polda Jawa Barat. Antara lain dugaan penghinaan Pancasila, soal campur racun, dan pendirian bangunan di atas tanah pemerintah dalam hal ini Perhutani.

Anton melanjutkan, potensi Rizieq jadi tersangka adalah dalam kasus dugaan penghinaan Pancasila yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri.

Menurut Anton, penyidik telah menjalankan proses gelar perkara kasus ini sesuai dengan prosedur hukum.

Anton pun menampik proses hukum terhadap Rizieq merupakan bentuk kriminalisasi. Sebab, selain keterangan ahli-ahli, bukti dalam kasus ini telah memenuhi unsur pidana.

"Kami tidak ingin menetapkan seseorang sebagai tersangka itu berdasarkan subjektivitas, tapi harus berdasarkan bukti-bukti hukum yang autentik," ujarnya.

Anton mengimbau Rizieq tidak mengerahkan massa saat pemanggilan berikutnya.

Bercermin dari panggilan terkait pemeriksaan kasus dugaan penghinaan Pancasila, massa pendukung Rizieq memicu keributan.

Dia menegaskan, akan menindak bilamana ada gelombang massa yang berpotensi mengakibatkan kerugian dan keamanan masyarakat Jawa Barat.

"Kita jangan berasumsi, biar dibuktikan. Kalau memobiliasi massa, akan saya tindak tegas. Ini masalah hukum, jangan coba-coba di Jawa Barat," tandas dia.(jpnn)

Mulai Dari Ciuman, Buka Baju, Hingga.... Lihat Foto-fotonya Nih...





Dua taruna polisi di Puno, Peru tertangkap CCTV sedang melakukan hubungan s3ks di gym sekolah pelatihan kepolisian setempat.

Video mesum ini sudah beredar luas melalui beragam media sosial di Peru sejak Jumat (20/1) kemarin. Dalam video tersebut, kedua taruna disebut masih memakai seragam latihan mereka, baju putih celana hitam.

Sang pria lebih berinisiatif membuka baju wanita saat ciuman mereka kian bergairah.

Sekejap, adegan sudah berlanjut ke sofa dan seterusnya dan seterusnya...

Mirror edisi Selasa (24/1) kemarin melansir, pasangan taruna mesum ini masih belum terindentifikasi. Kepolisian setempat juga belum mau berkomentar.

Media lokal, el Popular.pe menyebutkan, kedua taruna ini bakal mendapat hukuman berat bahkan rentan dikeluarkan dari pelatihan. (adk/jpnn)

Selasa, 24 Januari 2017

Anggota DPR RI : 1.000 TKI di Hongkong Hamil dan Serahkan Anaknya ke LSM.



Koalisi 55 Organisasi Buruh Migran Indonesia di Hongkong yang tergabung dalam Lingkaran Aku Cinta Indonesia (LACI) mengecam kicauan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di akun Twitter pribadinya.

Ketua I LACI Nur Halimah menganggap kicauan Fahri telah melecehkan martabat para pekerja Indonesia di luar negeri. LACI, kata Nur, menuntut Fahri meminta maaf.

Dalam kicauannya pada Selasa (24/1/2017) pagi, Fahri lewat akun @Fahrihamzah berkicau, "anak bangsa mengemis jadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela...". Kicauan itu kini telah dihapus.

"Tahukah Bapak bahwa pernyataan Bapak telah merendahkan martabat dan harga diri kami, para 'pahlawan devisa' yang menyumbangkan remitansi sebesar 7,4 miliar dollar AS atau Rp 97,5 triliun untuk memutar roda perekonomian Indonesia," ujar Nur dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa malam.

Nur mengatakan, bukan hanya kicauan Fahri yang membuat mereka berang dan merasa tak dihargai.

Sebelumnya, kata Nur, dalam sejumlah pemberitaan media, Fahri menyebut bahwa 1.000 TKI di Hongkong hamil dan menyerahkan anaknya ke LSM.

Nur mengatakan, Fahri juga menuding 30 persen TKI di Hongkong mengidap HIV/AIDS. Ditambah melihat kicauan Fahri di Twitter yang menyebut "babu", Nur mengatakan, dia dan koleganya di Hongkong tak lagi bisa tinggal diam.

"Tahukah Bapak bahwa kami ini pekerja, bukan babu. Kami mempunyai harkat dan martabat," kata Nur.

"Kami melakukan pekerjaan yang halal dengan setiap tetesan keringat kami, bukan hasil korupsi, apalagi hasil mengemis," lanjut dia.

Nur mengatakan, para migran di luar negeri tengah berjuang memberi kehidupan yang layak bagi keluarganya di Indonesia. Semestinya, kata dia, pejabat negara seperti Fahri mendukung hal tersebut.

Atas keberatan mereka dengan pernyataan Fahri, LACI menuntut Fahri untuk meminta maaf secara resmi atas semua pernyataannya yang menyinggung buruh migran Indonesia.

"Mendorong MKD DPR RI untuk mengevaluasi kinerja Fahri Hamzah dan mempertimbangkan pencopotan yang bersangkutan dari anggota DPR RI," kata Nur. (kompas)

Pernyataan Politikus Ini Bikin TKI Ngamuk



Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan negara Saudi Arabia mengecam kicauan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah di jejaring sosial Twitter. Pada 24 Januari 2017, Fahri berkicau "Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela".

Ketua DPLN PDIP Saudi Arabia, Sharief Rachmat menilai, tidak pantas seorang pejabat negara apalagi yang notabene wakil rakyat mengutarakan ucapan tersebut.

"Jangan karena kepentingan dan ambisi politik, TKI dijadikan objek," kata Sharief di Jeddah, Saudi Arabia, seperti dalam keterangannya, Rabu (25/1).

Jelas dia, Fahri telah menghina profesis TKI. "Kalau Fahri Hamzah mengklaim tidak bermaksud menghina TKI, lalu kenapa status twitternya langsung dihapus setalah adanya kritik dan kecaman," tambahnya.

Sharief yang sudah tinggal di Saudi Arabia selama 31 tahun juga menyindir Fahri.

"Hebat sekali TKI yang dinilai babu dan pengemis bisa berkontribusi devisa negara triliuan rupiah, sedangkan Fahri Hamzah apa kontribusinya?" ungkapnya.

"Kedua orang tua saya kurang lebih 35 tahun menjadi TKI di Saudi Arabia. Saya bangga menjadi anak dari pasangan TKI. Mereka tidak mengemis dan mereka berjuang secara terhormat. Menjadi TKI bukanlah pekerjaan yang hina," ujar Sharief menutup komentarnya.

Ketua Umum Posko Perjuangan TKI (POSPERTKI) di Saudi Arabia, Ramida Muhammad mengatakan TKI bukanlah pengemis alias peminta-minta.

"Kami bukan pengemis, kami bekerja dengan segala kemampuan kami dengan niat mulia. Demi menafkahi keluarga kami dari hasil keringat sendiri yang mengucur lelah. Namun kami bangga menjadi TKI dari pada jadi biang korupsi," ucapnya. [rmol]

Minggu, 22 Januari 2017

Polisi Tak Periksa Jokowi Soal Dana Hibah Pramuka, Ini Alasannya



Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto menilai bahwa penyidik tidak perlu meminta keterangan Presiden Joko Widodo untuk mengusut dugaan korupsi dalam pengelolaan dana bantuan sosial untuk Kwartir Daerah Pramuka DKI Jakarta tahun 2014 dan 2015.

Saat dugaan korupsi itu terjadi, Jokowi merupakan Gubernur DKI Jakarta yang memiliki kewenangan mengeluarkan surat keputusan.

"Presiden Jokowi, yang saat itu menjabat selaku Gubernur, tidak perlu dilakukan pemeriksaan berkaitan dengan adanya SK pemberian dana hibah kepada Kwarda DKI Jakarta," ujar Rikwanto melalui pesan singkat, Sabtu (21/1/2017).

Ia mengatakan, penyelidikan saat ini difokuskan pada penyimpangan alokasi dana ke Kwarda Pramuka dan pertanggungjawabannya. Adapun SK Gubernur yang ditandatangani Jokowi untuk pemberian dana hibah itu tidak bermasalah.

"Yang jadi masalah adalah penggunaannya," kata Rikwanto.

Dana hibah tahun anggaran 2014-2015 senilai Rp 6,8 miliar yang dikucurkan Pemprov DKI Jakarta kepada Kwarda Pramuka DKI Jakarta. Biaya tersebut untuk operasional Kwarda Pramuka DKI Jakarta periode 2013-2018. Dalam penggunaannya, ada sejumlah program yang tidak berjalan.

Mantan Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata sekaligus Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta, Sylviana Murni mengatakan, pihaknya telah melakukan audit. Menurut dia, dana hibah yang tidak terpakai karena adanya program yang tidak berjalan dikembalikan kepada kas daerah Pemprov DKI sebesar Rp 801 juta.

"Dari hasil kegiatan kami pada 2014, di sini jelas bahwa sudah ada auditor independen. Jadi, saya sudah punya auditor independen akuntan publik terdaftar. Yang kegiatan ini semua adalah wajar," kata dia.

Sylvi menambahkan, pemberian dana hibah juga berdasarkan persetujuan Joko Widodo, selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu.

"Saya harus sampaikan dengan bukti jelas supaya semua terang, dana bansos ini berdasarkan SK (Surat Keputusan) Gubernur Nomor 235 tanggal 14 Februari 2014 yang ditandatangani pada saat itu oleh Pak Jokowi," ujarnya. (kompas)

Sabtu, 21 Januari 2017

Demi Bangun Kantor, GMBI Juga Minta Dana ke Sekolah Dasar dan Madrasah





Setelah sebelumnya diberitakan meminta dana ke Bupati Bogor untuk membangun kantor sekretariat, kini terungkap juga bahwa GMBI meminta dana ke Sekolah Dasar Negeri.

Hal tersebut menyeruak setelah seorang netizen mengunggah proposal permohonan dana tersebut. Dan ini bukan yang pertama.

Pada 2010 lalu, GMBI sempat mendepat perlawanan dari NU Tasikmalaya. Pasalnya, anggota GMBI melakukan pemerasan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) berbasis NU di Jalan Dr. Soekarjo Nomor 1, Tasikmalaya.

Mereka serta-merta mengaudit "seolah Jaksa"dan bertanya mengenai BSM (Bantuan Siswa Miskin) yang ada di sekolah itu. Klimaksnya, mereka diduga meminta uang jutaan rupiah ke Kepala Sekolah.
Meskipun, semua itu dibantah oleh GMBI kota Tasikmalaya.

Sementara itu Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Bogor, Sambas Alamsyah, mengklarifikasi terkait proposal yang beredar belakangan ini terkait permintaan dana senilai Rp 255,6 juta kepada Bupati Bogor. Disebutkan, dana tersebut, salah satunya akan digunakan untuk pembangunan kantor sekretariat GMBI di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. 

"Itu jujur tanpa sepengetahuan saya, di luar kendali saya, yang bersangkutan sudah diberi peringatan, karena apa pun yang dia lakukan tidak melalui koordinasi dengan saya, di luar tanggung jawab saya," kata Sambas saat dikomfirmasi Republika.co.id, Ahad (22/1).


Sambas mengatakan, peringatan kepada anggota yang buat proposal sudah diberikan sejak dua bulan lalu. Proposal itu tertanggal 2 Februari 2016 dengan mencantumkan nomor rekening atas nama Abdul Hanifah. Menurut Sambas, hal itu juga sudah menyalahi aturan karena bentuk proposal apa pun biasanya mengatasnamakan organisasi.

Pun halnya jika ada pencantuman nomor rekening, pasti atas nama organisasi, bukan pribadi. "Kalau yang bersangkutan bermanuver itu di luar koridor saya. Selama ini pihak yang diminta, saya nggak ngerti apakah memberikan atau tidak, sebetulnya dana sebesar itu, limitnya bukan rekening pribadi, lembaga juga punya rekening," ujarnya.

Sambas menambahkan, termasuk di Kabupaten Bogor ada rekening lembaganya. Sekali lagi ia menegaskan, proposal itu lebih kepada manuver pribadi. Oknum tersebut juga, menurut dia, kerap mengeskpos di media sosial tanpa koordinasi. "Sanksinya, kemungkinan besar pembekuan sekaligus pemecatan," katanya. (posmetro.pw/republika.co,id)

Jenderal Tyasno : Kita Harus Bergerak, Jangan Sampai Negara Dikuasai Aseng dan Asing!



Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto miris melihat kondisi pemerintah dan bangsa akhir-akhir ini.

Karena itu dia menegaskan rakyat harus segera bergerak untuk melakukan pembelaan nasional.

"Kedaulatan dan kemerdekaan harus dipertahankan. Kita buat gerakan pembelaan nasional. Jangan sampai negeri ini dikuasai oleh asing dan aseng," kata Tyasno dalam diskusi "Kedaulatan NKRI Tanggung Jawab Kita Semua" di Gedung Juang, Menteng, Jakarta, Jumat (20/1).

Mantan Kepala BAIS itu juga mengaku heran dengan keadilan dan kebenaran yang semakin hari semakin bias. Menurut dia, saat ini banyak pihak yang benar namun disalahkan.

"Banyak orang yang benar disalahkan, yang salah malah dibenarkan," kata Tyasno.

Tyasno berharap keadilan dan kebenaran akan kembali tegak. Salah satu solusi yang ditawarkannya yakni kembali ke UUD 45 sebagaimana digelorakan putri proklamator Rachmawati Soekarnoputri.

"Bangsa harus diselamatkan. Takbir!" pekik Tyasno dengan lantang yang disambut teriakan "Allahu Akbar" dan "revolusi" oleh peserta. [zul]

Bocah SD Berdarah-darah Dibogem Oknum Satlantas Karena Nggak Pakai Helm



Sikap tak terpuji diperlihatkan oknum satuan lalu lintas ( Satlantas) Polres Langkat. Hanya gara­ gara tak mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor, Deni pelajar kelas 3 SD harus dilarikan kerumah sakit Insani Stabat untuk diberikan pengobatan.

Wajah bocah tak berdosa ini berlumur darah dan matanya bengkak setelah bogem mentah oknum petugas tadi bersarang telak diwajahnya. Akibat pukulan keras tersebut, Deni merasakan pusing dibagian kepala dan mendenyut pada bagian matanya.

Tak terima atas perlakuan si oknum tadi, orang tua Deni berniat melaporkan kasus ini secara hukum.

Sapariana (44) ibu Deni yang tinggal di Dusun 1 Simpang Sosial, Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hijau, Kabupaten Langkat ini kepada News Metro Langkat menceritakan kronologis yang dialami anaknya.

Katanya, Sabtu (21/1) sekitar pukul 12.30 wib, ia bersama anak­ anaknya berniat membesuk kerabatnya yang sakit disalah satu rumah sakit di Kota Binjai.

Waktu itu Sapariana menumpang becak bermotor bersama anak perempuan nya. Sedangkan Deni naik sepeda motor dengan abang iparnya bernama Prima (24).

Prima menantu saya naik sepeda motor berboncengan sama Deni,” ujar Sapriana.

Melintasi Mapolres Langkat, Sapriana tak melihat anak dan menantunya tadi.

“ Kami menunggu lewat Polres, kok mereka (Deni dan Prima) ngak datang­ datang,” katanya.

Tak berselang lama, Deni dan Prima muncul. Tapi Sapriana melihat wajah Deni tak seperti layaknya.

Darah segar mengalir dari wajah anak itu. Bola matanya juga membengkak. Spontan Sapriana teriak karena kaget dan menanyakan kepada korban kenapa matanya mengeluarkan darah dan bengkak.

Korban yang merintih kesakitan tampak pucat, seorang laki­ laki paruh baya yang mengantarkan anak ini mengatakan kalau korban telah dipukul oknum petugas.

Khawatir terjadi sesuatu, Sapriana langsung melarikan anaknya ke RS Insani Stabat untuk diberikan pengobatan. Beberapa orang petugas lalu lintas terlihat disitu meminta korban ( Sapriana) tidak ribut.

“ Ibuk jangan ribut kali, jangan buat malu kami, kata seorang petugas yang di bajunya tertulis Adi Sucipto Saragih. Pak polisi itu bilang sama saya jangan ribut kali, saya sempat tanya juga sama mereka siapa yang menganiaya anak saya ini,tapi mereka diam saja,” ujar Sapriana.

Setelah bermusyawarah dengan keluarga, Sapriana akhirnya memilih melaporkan kasus ini ke Polres Langkat dengan harapan kasusnya diproses sebagaimana mestinya dan oknum petugas yang menganiaya anaknya diberikan sangsi hukum yang tegas.

Kapolres Langkat : Nggak Sengaja...

Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin Sik mengatakan kalau insiden yang menimpa Deni (9) pelajar Kelas­ 3 Sekolah Dasar ( SD) yang menjalani perawatan medis di RS Insani­ Stabat karena menderita luka dibagian mata dan wajahnya setelah dihantam tangan petugas Satuan lalu lintas, Sabtu (21/1) kemarin merupakan ketidak sengajaan.

Hal tersebut dikatakan orang nomor satu dijajaran Kepolisian Resort Langkat tersebut melalui balasan Konfirmasi Whats App yang dilayangkan Metro Langkat kemarin.

Terima kasih infonya sedang kami dalami terkait dgn kebenarannya mengingat sementara keterangan yang kami peroleh bahwa petugas berusaha utk menghentikan dgn isyarat tangan kepada pengendara yang melanggar dengan tidak menggunakan helm.

Namun pelanggar tsb menerobos isyarat tangan dari petugas tsb dengan mengelak sedangkan yg dibonceng tdk sempat mengelak sehingga tidak sengaja mengenai tangan petugas tsb, namun demikian tetap akan kami dalami sesuai dengan prosedur.” ujar mantan penyidik KPK ini memberikan keterangan. (yg)

Jumat, 20 Januari 2017

Menyedihkan, Bayi 5 Bulan Sudah Positif Narkoba



Akibat kebiasaan orang tua mengonsumsi narkoba, bayi usia lima bulan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, positif sabu. Narkoba masuk ke dalam tubuh melalui air susu ibu (ASI).

Kasus menyedihkan ini terungkap setelah BNN dan Kepolisian menangkap orang tua sang bayi yang berprofesi sebagai pengedar sabu, M Denny Hidayat (33) alias Deny bersama temannya Tan Tsi Chuan alias Babeh (62), di kios tempat usaha Deny di Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya.

"Pada saat kita lakukan penangkapan terhadap Babe dan Deny, di situ juga ada istri Deny dan anaknya yang masih berusia 5 bulan. Setelah kita lakukan pemeriksaan ternyata istri Deny dan anak perempuannya itu positif," kata Kepala BNNP Kalteng Kombes Pol Sumirat Dwiyanto kemarin.

Deny yang juga ayah balita tersebut diketahui dengan sengaja memberikan sabu kepada RI yang berusia 22 tahun.

"Karena sang ibu memakai sabu maka zat yang telah masuk dalam tubuhnya kemudian juga berdampak pada sang anak, yang ditularkan melalui ASI yang disusukan," kata Sumirat.

Menurut dia, reaksi sabu pada anak yang tertular melalui ASI lebih cepat dan lebih mengerikan dibandingkan dengan saat orang dewasa yang mengisap langsung.

"Efeknya berdampak besar bagi si bayi. Sebab bayi akan sering kali rewel dan suhu badannya pun meningkat," katanya.

Deny mengaku menyesali perbuatan yang dilakukannya terhadap istri dan anak pertama dari pernikahan keduanya.

"Perasaan saya saat sudah tidak menentu. Saya sangat menyesal dengan apa yang telah saya lakukan ini," kata Deny sambil menunduk dan meneteskan air mata.

Kondisi bayi saat rehabilitasi sungguh memprihatinkan. Bayi malang tersebut rewel terus menerus disertai gelisah dan panas tubuhnya naik hingga 39 derajat celsius.

"Pas kita rehab, bayinya rewel, gelisah terus. Panas tinggi sampai 39 derajat. Sedangkan, ibunya hanya terus menangis. Karena dia enggak tahu kalau anaknya selama ini ketularan narkoba yang ia pakai. Dia pikir aman-aman saja," ucap Sumirat.

Untungnya, lanjut Sumirat, saat ini kandungan narkoba dalam tubuh sang bayi sudah negatif. Meski demikian petugas masih terus memantau perkembangannya.

"Kalau sekarang sudah negatif (narkoba). Kita terpaksa kasih susu formula. Tapi terus dipantau kondisinya, ya diobservasi istilahnya," ungkap Sumirat.

Sumirat mengungkapkan, RI dan Deny serta pelaku lainnya bernama Babeh hampir setiap hari pesta sabu di rumahnya.

"Jadi ini kan mereka bertiga, Dedy, RI orang tua bayi. Dan Babeh si pengedar, kalau makai sabu di rumahnya Dedy. Itu rumah mereka kecil, di situ ada warung kelontong juga. Jadi warung di situ, makan tidur di situ juga. Nah kalau mereka lagi pakai narkoba, itu paling jarak ke bayi sekitar satu meter. Berarti asapnya juga kena kan," jelas Sumirat

Dari ketiganya ikut disita barang bukti berupa 8 paket sabu dengan berat kotor 5,5 gram serta uang tunai sejumlah Rp 1 juta. Selain itu, tim juga menyita 1 buah timbangan, 1 bungkus plastik klip, 1 buah sendok yang terbuat dari sedotan, 2 buah handphone, 2 alat bong dan 1 buah mancis.

Dedy dan babeh dijerat pasal 114 ayat 1 junto pasal 112 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1 UU Narkotika. Sedangkan, RI direhab dan bayi malang tersebut dilakukan observasi. (mdk)

Welahdalah! Nenek 3 Cucu Jadi Terapis Plus2, Digrebek saat Sedang...



Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya menggerebek panti pijat plus-plus di kawasan Raya Sememi Surabaya.

Ironisnya, terapis yang menyediakan jasa layanan plus-plus itu ternyata sudah berumur. Bukan para gadis muda, cantik dan berpostur tubuh ideal.

Bahkan satu di antara terapis yang dibekuk sudah memiliki tiga cucu.

Tiga terapis Priyatini (42), Supriyatin (48) dan Yoeliati alias Ida (51).

"Kami juga mengamankan Bambang Setiawan Hidajat (56) warga Jalan Simo Tambakan Sekolahan Surabaya, selaku pemilik panti pijat tersebut," ujar Kompol Bayu Indra Wiguno, Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Bayu mengatakan, penggerebekan tersebut dilakukan lantaran polisi mendapat informasi dari masyarakat yang resah akan praktik panti pijat tersebut.

Pasalnya, bukan menawarkan kebugaran panti pijat itu juga menyediakan layanan plus-plus.

Untuk pijat biasa tarifnya Rp 100 ribu, sementara untuk tambahan layanan plus-plus sebesar Rp 300 ribu.

"Pemilik mendapat bagian 55 persen, sementara terapis mendapat 45 persen," imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pemilik panti pijat plus-plus itu akan dijerat dengan pasal 296 KUHP dan 506 KUHP tentang mempermudah dilakukannnya perbuatan cabul.

Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Sementara untuk terapis yang sudah berusia lanjut akan dikirim ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan.(end/jpnn).

Di Zaman Dahlan Iskan, BUMN Tak Boleh Utang, Sekarang Malah Seperti Lintah Haus Darah



Peraturan Pemerintah (PP) nomor 72 tahun 2016 tentangperubahan atas PP No 44 tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penataan Modal Negara pada BUMN, dinilai tidak sesuai dengan semangat UUD 1945. Ada banyak masalah jika PP tersebut diterapkan.

Demikian disampaikan Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Yenny Sucipto. Menurutnya, kehadiran PP 72/2016 inkonstitusional karena menyatakan penyertaan modal negara ke­pada BUMN bisa dilakukan oleh pemerintah tanpa melalui mekanisme APBN.

"Klausul dalam PP tersebut bisa mengurangi kewenangan DPR sebagai lembaga negara yang memiliki fungsi anggaran dan fungsi pengawasan seba­gaimana dinyatakan dalam kon­stitusi," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Yenny menegaskan, berdasar­kan UU Keuangan Negara, pemberian pinjaman/hibah/pe­nyertaan modal dan penerimaan pinjaman/hibah terlebih dahulu ditetapkan dalam APBN/APBD. "Jadi, PP 72/2016 ini melawan peraturan di atasnya karena menyebutkan, penyertaan modal dari harta kekayaan negara yang dipisahkan tanpa perlu mekan­isme APBN," kata Yenny.

Adanya upaya memisahkan kekayaan BUMN dari keuan­gan negara jelas keliru. FITRA menekankan, APBN merupakan wujud dari pengelolaan keuan­gan negara dan tidak mengec­ualikan kekayaan negara yang dipisahkan.

"Lain halnya, jika BUMN tunduk pada UU Perseroan Terbatas, karena dalam undang undang tersebut mengatur antara pemisahan harta kekayaan," terangnya.

Direktur Nusantara Institut, Yudhie Haryono mengatakan, pemerintah tidak boleh menen­tukan sendiri pola pengelolaan BUMN karena harus melibatkan DPR. Yudhie menerangkan, terjadinya swastanisasi BUMN disebabkan oleh defisit APBN yang luar biasa.

"Cara-cara konvensional untuk menutup defisit sudah ditempuh, yakni lewat pajak dan utang, karena tidak berhasil akhirnya pemerintah mengun­dang swasta untuk bisa memiliki BUMN," sebutnya.

Kata Yudhie, secara pragmatis langkah tersebut dianggap wajar. Namun dari sisi konstitusional, cara tersebut tidak tepat. Dia menekankan, seharusnya pe­merintah mendorong revisi UU BUMN agar BUMN bisa sehat dan lebih kredibel.

"Cara ini jauh lebih konstitu­sional karena dalam UU BUMN saat ini masih ada pasal-pasal yang kurang tegas," imbuhnya.

Peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Dani Setiawan menjelaskan, latar belakang munculnya PP 72/2016 adalah kebijakan holdingisasi BUMN. "Kita ingin revisi UU BUMN juga mengatur strategi mengembangkan BUMN seperti mengatur holding atau bahkan super holding," ujarnya.

Menurutnya, pembentukan holding BUMN yang dimaksud pemerintah saat ini bukanlah un­tuk memperbaiki kinerja BUMN, melainkan hanya untuk mencari dana. Sementara PP 72/2016 ini mengatur mekanisme holding.

"Jadi kalau ada BUMN melakukan penyertaan modal pada anak perusahaannya, maka ini tidak perlu persetujuan DPR, alasannya aksi korporasi anak perusahaan itu bukan wilayah yurisdiksi dari DPR," terangnya.

Dani mengingatkan, kondisi ini bakal membuat kepentingan strategis negara kalah dari aksi jangka pendek korporasi. Selain itu, wajar jika terjadi kekhawati­ran aksi anak perusahaan BUMN tersebut akan kekayaan negara tanpa pengawasan DPR.

"Aksi-aksi korporasi anak perusahaan BUMN yang han­ya berorientasi profit tentu akan membahayakan tujuan pembentukan BUMN yang dimaksud dalam konstitusi," tandasnya. (rmol)

Terungkap! Identitas Asli Nurul Fahmi Sang Pencoret Bendera yang Bikin Polisi Kerahkan 20 Personil



Ternyata tindakan polisi mengerahkan 20 personil untuk menangkap Nurul Fahmi sudah sangat tepat. Menimbang Nurul bukanlah seorang pemuda biasa. Berikut ulasan lengkapnya.

Nurul Fahmi bukan orang sembarangan. Ia pernah belajar teknik-teknik ninja di Desa Konoha. Beberapa jurus handal berhasil dipelajari. Mulai dari jurus Kage Bullshit no Jutsu hingga Summoning No Jutsu yang mengeluarkan Kecebong.



Selesai dari Desa Konoha, Nurul berganti guru. Avatar Aang jadi pilihannya. Ilmu pengendalian Air, Tanah, Api, Angin hingga pengendalian syahwat dengan mudah dipelajarinya.

Keinginan kuat untuk terus belajar membuat Nurul mencari guru lagi. Tersiar kabar bahwa Nurul menjadi rebutan Son Goku dan Bezita. Tapi ia menjatuhkan pilihannya ke Rambo dan Cak Norris (sepupu Cak Lontong). Taktik perang gerilya dengan mudah dikuasai. Menembak musuh hingga calon pacar.

Saat penangkapan, bisa saja Nurul mengerahkan seluruh kesaktiannya. Tapi niat tersebut ia urungkan. Karena takut, kalau-kalau kampungnya akan hancur akibat jurus dahsyat.

Begitulah sekelumit alasan, mengapa polisi harus mengerahkan 20 personilnya untuk menangkap Nurul. Jangan sekali-kali menyebut tindakan tersebut lebay.

Menangkap Nurul 100 kali lebih sulit dari menangkap Metallica. Kalian camkan itu!

Tangkap Pencoret Bendera, Polisi Kerahkan 20 Petugas... Semakin Lebay...



Tindakan polisi menangkap pencoret bendera merah putih dengan tulisan Arab, Nurul Fahmi dianggap sangat berlebihan. Untuk menangkap seorang sipil tanpa senjata, harus mengerahkan personil sebanya itu.

Apa mungkin polisi mendapatkan informasi bahwa Nurul Fahmi adalah murid dari Chuck Norris atau Rambo atau bahkan murid dari Hokage Keempat yang sedang menyamar? (admin jadi ikutan lebay)

Jika menangkap Nurul Fahmi butuh 20 personil, berapa yang dibutuhkan untuk menggiring Metallica? Au ahh.. gelap...

Beginilah konfirmasi yang didapatkan seorang netizen tentang penangkapan Nurul Fahmi.

"Tadi pagi saya dapat kabar ikhwan atas nama Nurul Fahmi yang membawa bendera merah putih bertulis Arab dijemput pihak berwajib jam 1.30 dini hari oleh 20 orang petugas. Saya sudah konfirmasi ke kakak ybs dan informasi ini valid," kata Irfan Noviandana yang disampaikan di akun facebooknya, Jumat (20/1/2017).

Irfan melampirkan capture percakapan antara dirinya saat mengkonfirmasi dengan kakak Nurul Fahmi.

Jawara Bekasi : Saya Tantang Ketua GMBI, Satu Lawan Satu, Sampai Mati!



Jawara Bekasi, Damin Sada mengaku marah kepada LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) lantaran menganiaya ulama yang mengawal pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Polda Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Mantan Kepala Desa Srijaya yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang merobohkan Patung Lele di Bundaran Bulan-bulan pada 2002 silam itu, menantang Ketua LSM GMBI untuk duel di alun-alun Kota Bekasi.

Damin Sada meminta agar anggota LSM GMBI tidak menjadi provokator dan memutarbalikkan fakta dengan menyatakan bahwa umat Islam yang menyerang GMBI di Bandung usai pemeriksaan Habib Rizieq.

“Jangan jadi provokator banci, kalau perlu Ketua GMBI adu sama saya, satu lawan satu. Mati, kubur. Jangan dituntut. Kita jangan melibatkan orang banyak, jadi provokator,” tegas Damin.

Soal rencana polisi melakukan mediasi antara para Jawara Bekasi dengan LSM GMBI, Damin Sada mempersilakan. Namun jika LSM GMBI tidak mau media, dia siap perang terbuka di alun-alun.

“Silakan kalau mau musyawarah secepatnya. Kalau tidak ya sudah, saya tantang di alun-alun tuh. Ulama Bekasi dan Jawara Bekasi (perang) dengan GMBI,” imbuh Damin.

“Jangan jadi pecundang. Itu aja, mukul orang, orang lain ngatain mukul dia, kan gak benar itu,” sindir Damin.

Menurut Damin, yang dikeroyok di Bandung usai pemeriksaan Habib Rizieq Shihab merupakan ulama. Karena itu, sebagai jamaah, dia akan membela para ulama.

“Kita jamaah di sini. Kita bukan lagi bicara FPI. Kita bicara ulama di sini yang digebukin. Saya ndak ada urusan dengan FPI. Jadi ulama Bekasi dan Jawara Bekasi akan bertindak jika masih berbuat seperti itu,” ancam Damin Sada.

Sementara itu, Ketua Investigasi LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago, tak mau meladeni tantangan perang terbuka dari Jawara Bekasi, Damin Sada.

Delvin berharap semua pihak menahan diri, karena kisruh FPI dan LSM GMBI sudah reda setelah perwakilan FPI atas nama Murhali Barda dan Budi mendatangi Sekretariat GMBI di Jalan Pangeran Jayakarta, Medan Satria, beberapa waktu lalu.

“Kita sudah mediasi bersama untuk menjaga kondusifitas di Kota Bekasi. Perwakilan dari FPI sudah datang ke kantor kami. Semua sudah kami terima dengan aman,” ujar Delvin kepada GoBekasi.co.id.

Bendera China Berkibar di Jakarta, Pemilik Rumah Ngakunya Nggak Tahu



Berkibarnya bendera China di wilayah Indonesia kembali ditemukan. Kali ini lokasinya di. Koja, Jakarta Utara.

Pengibaran bendera China di pekarangan sebuah rumah Koja diketahui setelah seorang petugas Pemelihara Sarana Umum (PPSU) melihatnya saat ia sedang membersihkan trotoar jalan di wilayah Koja.

Bendera itu berkibar di bawah bendera merah putih, Kamis pagi, 12 Januari 2017, sekitar pukul 7.30 WIB. Petugas PPSU yang bernama Fakhrudin langsung melaporkan ke Polsek Koja.

Tak lama kemudian, anggota Binmas Polsek Koja segera mendatangi lokasi di rumah milik seseorang bernama Edy Supriyadi

"Jadi bendera dan pemilik rumah langsung dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan," ujar Kapolsek Koja Kompol Supriyanto saat dihubungi VIVA.co.id.

Menurut pengakuan pemilik rumah, ia menemukan bendera tersebut di teras rumah kosong yang penghuninya telah meninggal. Lalu bendera tersebut ia ambil dan pasang di bawah bendera merah putih untuk tanda lomba burung merpati yang memang banyak di permukiman tersebut.

Pemilik rumah mengaku tidak tahu bahwa itu adalah bendera Tiongkok.

"Orangnya itu gak tau kalau bendera Tiongkok. Dia pakai buat tanda lomba burung, karena di lingkungan situ anak anak situ sering lomba burung pakai bendera bendera-an," ujar Supriyanto.

Menurut Supriyanto, wilayah tempat tinggal Edy tersebut memang banyak sekali warga dan anak anak yang sering bermain lomba burung. Bendera/tanda digunakan untuk patokan finish burung siapa yang dapat melewati terlebih dahulu.

Bendera itu sendiri kini disita dan diamankan Polsek Koja. Sedangkan pemilik rumah dimintai keterangan dan diberi teguran oleh Binmas Polsek Koja. (viva.co.id)

Kamis, 19 Januari 2017

Curi Motor di Masjid Al Jihad, Pria Berambut Cepak Tewas



Seorang pelaku pencurian sepeda motor, Rabu (18/1/2017) malam, tewas dihajar ratusan massa.

Peristiwa itu terjadi saat maling berambut cepak itu beraksi di pelataran parkir Masjid Al Jihad Jalan Besar Namorambe, Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namorambe.

Kejadian bermula saat warga tengah menjalankan ibadah salat maghrib.

Melihat situasi dalam keadaan khusuk, pria yang identitasnya belum diketahui ini langsung melancarkan aksinya.

“Jadi saat warga tengah beribadah, pelaku ini langsung mengambil sepeda motor Supra 125 warna merah BK 3906 AJ milik Muliono,” ungkap warga.

Sialnya, ketika akan dibawa, ban depan sepeda motor ternyata dalam keadaan digembok.

Karena digembok, pelaku mengambil sepeda motor Supra X warna biru BK 3805 XC milik Sukma (22) warga Desa Jati Kesuma, Kecamatan Namorambe.

“Lantaran sepeda motor yang pertama di gembok, ia mengambil motor yang lain, namun aksinya ketahuan warga,” katanya.

Emosi dengan aksi pelaku, warga langsung menangkapnya dan menghakimi secara beramai-ramai.

“Ternyata pelaku ini dua orang, yang satunya menunggu di sepeda motor dan berhasil kabur,” tukas warga.

Kanit Reskrim Polsek Namorambe, Iptu Hendrik Ginting mengatakan masih melakukan penyelidikan.

“Tidak ada ditemukan identitas si pelaku yang tewas. Ciri ciri pelaku kulit sawo matang, gigi tidak rata dan tinggi sekitar 165 cm, sudah dibawa ke RS Bhayangkara,” tukas dia. (ring/pojoksumut)

AWAS YA! Ada Mie Instan Bertulis Bahasa Korea Mengandung Babi, "Ada Upaya Menipu Umat Islam"



Tim gabungan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Kesehatan (Dinskes), Satpol PP, Disperindag, dan Polres Sumenep menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Toko Delapan di Jalan Arya Wiraraja, Sumenep, Rabu (18/1). Minimarket itu ditemukan menjual mie instan yang mengandung minyak babi.

Ketua MUI Sumenep KH A. Safradji mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng instansi lain untuk mengecek produk di Toko Delapan. Sebelumnya, pihaknya mendapat informasi jika Yopoki dan Samyang perlu dicurigai.

”Kemudian, beberapa hari lalu kami membeli sebagai bukti dan sampel. Berhubung kemasan produk tersebut bertulis bahasa Korea, kami sedikit kebingungan memastikan, apakah ada unsur babi atau tidak,” ujarnya.

Lalu, MUI Sumenep meminta bantuan seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Prodi Bahasa Korea di UGM. Hasil terjemahan mahasiswa itu sangat mengagetkan. Dua produk tersebut dengan gamblang menyebutkan mengandung daging babi.

”Atas dasar itu kami harus mengambil tindakan tegas. Apalagi, yang menerjemahkan tulisan bahasa Korea di kemasan itu siap mempertanggungjawabkan dan di atas meterai,” terangnya.

Parahnya, produk Samyang tidak ada lebel dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). ”Kami hanya khawatir, takut ada unsur kesengajaan untuk mengelabui konsumen yang beragama Islam. Jelas, kalau orang tidak tahu akan mudah mengonsumsi produk tersebut,” ucapnya.

Kalau dibiarkan, kata dia, tentu berbahaya kepada orang Islam di Sumenep. Karena itu,  harus segera ditarik dari peredaran. Pemilik toko siap menarik dan berjanji tidak akan menjual lagi.

”Harus ditarik, karena babi bagi orang Islam haram hukumnya. Bukan kami tidak toleran, tapi hal-hal semacam ini harus ditegakkan. Apalagi, produk tersebut berbahasa Korea yang mayoritas orang Sumenep tidak mengerti,” ujarnya.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sumenep Hari Purwanto mengaku menyayangkan produk tersebut dijual bebas. Semestinya pemilik toko jeli dalam memilah produk. Apabila tidak dipisahkan, itu akan merugikan orang lain. ”Kami sarankan kepada pemilik toko untuk menarik produk tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan, manakala produk itu mengandung babi seharusnya ditempatkan di rak khusus. Tujuannya, supaya tidak ada kesalahpahaman. Dengan begitu, orang Islam yang memang dilarang mengonsumsi babi bisa tahu ketika berbelanja.

Pemilik Toko Delapan Falentin Kusno mengaku tidak tahu jika dua produk tersebut mengandung babi. Menurut dia, memasarkan produk Korea itu karena banyak permintaan konsumen.

”Produk itu memang tidak ada distributornya. Saya ngambil di penjual Pasar Atom di Surabaya. Awalnya, saya jalankan yang bungkusnya warna hitam,” katanya.

Dia siap menarik dan tidak memasarkan produk itu. Sebab, pihaknya juga merasa kecolongan. ”Saya minta maaf kepada semua pihak. Yang jelas, teguran semacam ini, saya siap berbenah dan memperbaiki. Apalagi, saya baru dua tahun buka toko modern ini,” pungkasnya.

(pojoksatu)

Rabu, 18 Januari 2017

WOW! LUAR BIASA! SALUT! Demo Bubarkan FPI Dihadiri Jutaan Orang


Demo ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang menginginkan pembubaran FPI berjalan dengan lancar dan dihadiri Jutaan orang.

Seperti yang bisa kita baca sebelumnya, klaim akan menghadirkan banyak massa demi membubarkan FPI ternyata bukan isapan jempol, melainkan ijapan jentik.

Beginilah penampakan jutaan orang yang menginginkan FPI dibubarkan.

TIPS : Melihatnya harus dengan mata batin plus kacamata kuda.




Heboh Bendera Dicoret, Bendera Dipijak Begini Kok Pada Diem?



Hari ini kita dikejutkan oleh pernyataan Tito Karnavian yang ketika diwawancarai mengatakan akan menyelidiki untuk mengungkap siapa yang membawa bendera itu dan alasan apa membawa lambang negara itu saat aksi unjuk rasa.

Namun pernyatannya tersebut dikritisi oleh netizen dan mempertanyakan kenapa Polri baru sekarang mengusut bendera yang bertuliskan arab, padahal disisi para ahokers sebutan para pendukung ahok juga memberikan tulisan serupa pada bendera merah putih.

Para netizen mengatakan jangan-jangan kapolri memang sengaja mencari-cari alasan untuk menyudutkan umat islam dan terutama FPI sebagai orma islam yang belakang santer dalam pembelaannya terhadap islam beserta gabungan seluruh gerakan umat islam lainnya yang bersatu dengan semangat ukhuah persaudaraan.

Padahal disisi lain, banyak fakta terjadi sebelum ada kasus ini. Seperti bendera dituliskan dengan "Metallica" dan ada juga tulisan yang muncul dari pendukung ahok "Kami Minta Ahok Dibebaskan"

Melihat Polri yang responsif tersebut, netizen menilai Tito berlebihan.

"Kita harus adil sejak dalam fikiran," kata aktivis media sosial Iswandi Syahputra.

Ia memberikan contoh serupa yang beda penyikapan oleh pemimpin negara. Pada tahun 2013, Band Metallica pernah manggung di Stadion Senayan.

Pada konser tersebut yang digelar pada (25/8/2013) malam, para personel Metallica, membentangkan bendera merah putih. Tidak hanya itu, lambang negara Indonesia itu bertuliskan Metallica di warna merah dan Solo-Indonesia di warna putih.

"Iya, di akhir acara para personel membentangkan bendera. Tulisannya Metallica dan Solo-Indonesia,"

Netizen juga sempat mempertanyakan ketika muncul berita yang cukup santer  saat presiden injak bendera merah putih atau apa sebenarnya yang sedang terjadi. Sebagao mana berita yang sempat dirilis oleh tribun news : Presiden Jokowi Injak Merah Putih di Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Dalam berita tersebut memang sudah diklarifikasi bahwa yang diinjak oleh jokowi bukan bendera merah putih karna definisi bendera sudah diatur tatacaranya.

Bisa jadi apa yang dibawa oleh satu massa aksi umat islam bukan termasuk kategori bendera yang dimaksudkan sebagai lambang bendera atau jangan-jangan memang hal ini sengaja dimunculkan untuk mencari kesalahanm umat islam dan bagian dari upaya kriminalisasi terhadap ulama dan umat islam. [bejo]

Siap-siap! Bandara Kualanamu Bakal Dilego ke Asing



Pertemuan Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) Joseph R Donovan sore ini untuk membicarakan beberapa kerjasama bisnis. Salah satunya di bidang transportasi udara.

Selain itu, Menhub juga berencana menawarkan ke AS untuk bekerja sama dalam pengoperasian sejumlah bandara di Indonesia.

Di antaranya Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara dan Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Hal ini agar memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat dengan penataan yang baik.

"Rencananya kita melepas sekian persen saham, pasti minoritas, investor akan memasukkan uang ke dalam perusahaan dan uang tersebut akan menjadi investasi untuk mengembangkan Kuala Namu dan Sepinggan," ungkapnya di Kantor Kemenhub, Selasa (17/1/2017).

Menurut Menhub, pemilihan kedua bandara tersebut dilakukan setelah melakukan diskusi dengan Kementerian BUMN. Dari hasil diskusi menurut Menhub itu merupakan bandara yang terbaik setelah Bali dan Jakarta.

"Hasilnya setelah diskusi dengan BUMN, ini adalah bandara terbaik setelah Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Dengan keragaman industri aviasi di bandara itu akan meningkatkan kompetitif negara secara utuh," jelasnya.

(okezone)

Warga Tanah Karo Panik, Aliran Lahar Dingin Muncul Setelah Gempa



Lahar dingin dari Gunung Sinabung yang muncul setelah gempa menerjang jalan simpang desa Sukatendel sampai ke arah desa Susuk Kecamatan Tiganderket.

Beberapa rumah yang diketahui milik keluarga Darma Kaban dan Masdiana beru Sembiring juga turut terkena dampak lahar dingin. Bahkan beberapa diantaranya hampir terbawa arus lahar dingin. Situasi tersebut membuat warga panik..

Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Kadis PUD Ir Paten Purba, Kepala BPBD Ir. Martin Sitepu dan jajarannya langsung turun ke lokasi kejadian. Dengan menurunkan alat berat eskavator, jalur lahar dingin dinormalisasi agar bebatuan dan kayu-kayu yang ikut hanyut tidak menghambat mengalirnya lahar dingin.

“Sejauh ini tidak ada korban jiwa, sedangkan aktivitas gunung Sinabung masih tetap beraktifitas dan berada di level Awas (IV). Masyarakat dilarang untuk tidak beraktifitas di dalam radius 3 km dari puncak dan 7 km untuk sector Selatan-Tenggara,” ujar Bupati.

Pantauan wartawan, luapan lahar dingin sampai ke jalan raya penghubung antar Kecamatan. Sejumlah warga yang ingin melintas terpaksa menunggu surutnya luapan lahar dingin bercampur lumpur dari sungai Lau Borus. (mo)

Presiden Duterte Suruh Uskup dan Pastor Konsumsi Sabu



Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Rabu (18/1/2017), menyuruh para uskup dan pastor Gereja Katolik untuk mengonsumsi sabu.

Ledekan itu dilontarkan Duterte menyusul kritik yang disampaikan gereja terkait langkah Duterte dalam memberantas peredaran obat terlarang di Filipina.

Sebelumnya, Gereja Katolik melakukan kampanye untuk menghentikan pembunuhan terhadap para tersangka pengedar dan pemakai narkoba.

Dalam waktu kurang dari tujuh bulan, kebijakan ini telah menewaskan 6.000 warga Filipina.

Menurut Duterte, dia tak bisa menerima sikap Gereja Katolik yang telah menyadari dampak buruk obat terlarang, tetapi justru menyebut kebijakannya melawan hukum.

"Mereka yang mengkritik harus memakai sabu dulu supaya mengerti," cetus Duterte di Manila, seperti dikutip AFP.

"Saya juga merekomendasikan satu atau dua uskup mencoba sabu," sambung dia. (kompas)

Politikus PDIP : Rizieq, Jilat Dulu Bibirmu Baru Bicara!



Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab menyebut, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Megawati Soekarnoputri telah melakukan penistaan agama. Tuduhan itu bersumber dari pidato Megawati saat HUT PDIP beberapa waktu lalu.

Bahkan, Rizieq mendesak Polri untuk memeriksa Megawati atas dugaan telah menodai agama lewat pidatonya. Politisi PDIP Junimart Girsang meminta Rizieq menjaga ucapannya. Dia meminta Rizieq tidak melontarkan ucapan-ucapan yang tidak berdasar.

"Mulutmu harimaumu, camkan itu. Sebelum bicara mestinya pikirkan dulu jauh-jauh. Jangan gampang kita melontarkan omongan-omongan yang tidak berdasar. Apalagi menyangkut tokoh nasional bahkan tokoh dunia kan begitu," kata Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1).

Masalah ini menjadi pengalaman bagi semua pihak untuk menjaga ucapannya saat berbicara. Junimart pun menyindir Rizieq untuk melakukan introspeksi diri sebelum menuding orang lain.

"Ini menjadi pengalaman bagi kita semua bukan hanya kepada beliau berbicara itu kalau istilah kami di Korsel sana, jilat dulu bibirmu baru kau bicara," ujar Junimart.

Secara tegas, Junimart mengatakan, PDIP tidak mentolerir upaya yang bertujuan mencemarkan nama baik atau membunuh karakter Megawati. Dia menilai, tudingan soal penodaan agama kepada Megawati itu telah melebar ke ranah politik.

Menurutnya, tidak elok apabila membawa agama ke ranah politik. Urusan agama seharusnya menjadi ranah pribadi bukan untuk dipermasalahkan apalagi dibawa pada ruang politik.

"Kami dari PDIP tidak akan mentolerir ucapan-ucapan yang betul-betul membuat bertujuan kepada pencemaran nama baik. Yang bertujuan kepada pembunuhan karakter tidak boleh begitu. Kalau agama agama lah jangan agama dibawa ke ranah politik jangan ranah politik dibawa ke ranah agama," tegas dia. (mdk)

Ahok Selalu Benar! Datang Telat, Panitia yang Dimarahin... Kasian Dech...



Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama nampak kecewa dengan acara bedah buku bertajuk 'Kenapa Percaya Saya Untuk Ahok' di Gedung Smesco, Jakarta Selatan. Sebab acara yang seharusnya mulai pada pukul 15.00 WIB harus mundur karena menunggu dirinya hingga sekitar pukul 16.00 WIB.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, semenjak awal telah meminta panitia acara yang dikomandoi relawan Demi Anak Generasi (DAG) tepat waktu. Dan ternyata permintaan tersebut diacuhkan sehingga membuatnya jengkel.

"Saya mohon maaf tadi saya bilang sama panitia, harusnya kalau saya minta jam 3 dimulai, ya jam 3 dimulai. Jangan nunggu saya. Karena waktu kita kan susah. Nah seperti hari ini, Anda mundurkan, Anda enggak bisa mundurkan saya," katanya saat menegur panitia di Smesco, Jakarta Selatan, Rabu (18/1).

"Makanya kadang-kadang saya agak cerewet urusan beginian. Cuma kadang-kadang temen-temen itu suka jual, Ibu Nini nulis buku ini buat siapa? Untuk bantu supaya Ahok terpilih, kan itu tujuannya. Bapak ibu datang kenapa? Kan tujuannya juga untuk Ahok terpilih. Tapi kok ketika Ahok mulai duluan kok enggak nurut gitu lho? Makanya saya bilang sama panitia, yang kamu jual itu Ahok," tambah mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok semenjak memasuki ruang acara sudah tidak nyaman karena ketatnya penjagaan terhadap dirinya sehingga tidak dapat menyapa warga. Padahal mereka telah membeli tiket mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 1.000.000.

Mantan politisi Gerindra ini mengharapkan, panitia untuk lebih mementingkan masyarakat yang telah rela mengeluarkan uang. Jangan sampai keterlambatannya menjadi alasan untuk acara dapat diundur.

"Jadi tolong bantu saya, supaya waktu kita juga enak. Kasihan kan bapak ibu nunggu begitu lama. Kayak pertunjukan tadi kan bisa dimulai, hiburan. Karena waktu kita susah mengaturnya. Saya selalu ingin tepat waktu, tapi susah," tutup Ahok.

Untuk diketahui, dalam acara ini juga dihadiri Nini Hamid selaku penulis buku, kemudian ada juga Basuri Tjahaja Purnama dan Gus Nuril. (mdk)

Pemerintah : Gula di Pasar Harus di Bawah Rp12500, Petani Tebu : Matikan Saja Kami!



Dalam kesepakatannya dengan sejumlah produsen dan distributor, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, menetapkan harga gula yang dijual di pasar paling mahal Rp 12.500/kg. Selanjutnya, Mendag juga akan menemui produsen gula tebu dalam negeri agar ikut menekan harga gula sesuai keinginan pemerintah.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Sumitro Samadikun, mengungkapkan rencana Mendag tersebut justru bakal mematikan industri lokal. Yang diuntungkan dengan adanya kebijakan ini adalah perusahaan swasta yang mendapat izin impor.

Sementara, pelaku usaha dalam negeri khususnya akan semakin sulit bersaing. Karena, saat ini harga lelang gula petani yang dilakukan oleh pabrik gula sendiri saat ini sudah sekitar Rp 12.500/kg. Sehingga sangat tidak mungkin bagi industri dalam negeri untuk memenuhi ketetapan harga seperti yang diinginkan pemerintah, Rp 12.500/kg di tingkat konsumen.

"Sudah kita dapat rendemen rendah, sekarang diminta pemerintah harga gula Rp 12.500/kg. Tahun 2013 harga gula jatuh karena impor kita dibiarkan, lelang gula saja sekarang Rp 12.000/kg, bagaimana kita mau jual Rp 12.500, rumusnya dari mana," ucap Sumitro kepada detikFinance, Rabu (18/1/2017).

Dia mengasumsikan, dengan produksi tebu petani per hektar sebesar 100 ton, maka dengan tingkat rendemen rata-rata nasional saat 6, maka didapat gula sebesar 6 ton. Setelah dibagi dengan pabrik gula dengan rasio 64:36, maka gula yang diperoleh petani adalah 3,84 ton.

"3,84 ton ini dikalikan dengan harga lelang sekarang Rp 12.000/kg, petani mendapatkan pendapatan dari gula Rp 48 juta. Nah sementara modal tanam tebu, biaya tembang dan angkut, pupuk sampai sewa tanah paling murah totalnya Rp 45 juta. Untungnya berapa itu, malah ada yang sampai biayanya Rp 50 juta," jelas Sumitro.

Menurut dia, ketimbang pemerintah menekan harga gula yang berakibat petani tebu merugi, sebaiknya pemerintah merevitalisasi atau membangun pabrik gula baru milik BUMN, agar tingkat rendemen bisa naik.

Sebagai informasi, rendemen tebu sendiri adalah kadar kandungan gula di dalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen. Bila dikatakan rendemen tebu 10%, artinya ialah bahwa dari 100 kg tebu yang digilingkan di Pabrik Gula akan diperoleh gula sebanyak 10 kg.

"Tanam tebu itu susah. Waktunya juga setahun lebih, beda dengan tanam padi 3 bulan sudah panen. Lebih baik pemerintah bantu petani tingkatkan rendemen, itu pabrik-pabrik sudah tua tidak pernah diganti. Kalau rendemen tinggi, otomatis harga gula bisa otomatis murah," ujar Sumitro.

Sebelumnya, dalam pertemuannya dengan pabrikan dan distributor gula konsumsi, Mendag menginginkan harga gula bisa ditekan hingga Rp 12.500/kg. Pasalnya harga rata-rata gula saat ini Rp 14.000/kg dianggap terlalu membenani masyarakat.

"Kesepakatan antara produsen pabrikan dengan distributor yang bertanggung jawab untuk distribusi sampai ke pasar, akan mengikuti harga acuan sebesar Rp 12.500/kg. Itu garis besarnya," kata Enggar.

Kesepakatan harga lewat intervensi ke distributor itu, sambungnya, sudah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Data Kemendag, harga rata-rata gula pada Januari 2017 yakni sebesar Rp 14.087/kg atau turun 0,33% dibandingkan harga pada Desember 2016 sebesar Rp 14.133/kg. Harga rata-rata gula di beberapa daerah terendah yakni Yogjakarta Rp 12.933/kg, serta tertinggi di Tanjung Pinang, Tanjung Selor, dan Manokwari sebesar Rp 17.000/kg. (detik)

Beginilah Aksi Ketua GMBI di Kantor DPRD, Hebat kan?



Aksi-aksi LSM GMBI ternyata sudah malang melintang di dunia perpolitikan tanah air. Sedihnya, kebanyakan aksi mereka berujung rusuh.

Setelah dihebohkan dengan video pengusiran Bupati Pangandaran, kali ini netizen disuguhkan foto aksi Ketua GMBI saat mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bekasi.

Entah kerasukan jin apa, sang ketua naik ke atas meja sambil berkacak pinggang. Sementara anggotanya di bawah pada tepuk tangan.

Dan sialnya, LSM seperti ini malah mendapat perlindungan dari oknum petinggi Polri.

Entahlah...

Selasa, 17 Januari 2017

Gunung Sampah Elektronik dari China di Ekspor ke Indonesia



Akibat melonjaknya permintaan dan penggunaan gadget, antara 2010-2015 sampah elektronik yang biasa disebut e-waste pun melonjak 63 persen di Asia Timur dan Asia Tenggara, simpul laporan yang disusun Universitas PBB, dalam laman New Scientist.

E-waste adalah istilah untuk barang listrik atau elektronik yang sudah tidak terpakai.

Jika tidak didaur ulang atau dibuang dengan cermat, maka ini kerap dibakar atau dicuci dalam asam untuk mengesktraksi tembaga dan logam lain di dalamnya.

Langkah itu ternyata dapat mencemari air dan udara, untuk kemudian menciptakan kanker dan ketidaksuburan pada pekerja yang terpapar asapnya.

Para peneliti telah meneliti generasi e-waste di 12 negara di Asia Tenggara dan Asia Timur, termasuk China, yang volume sampah elektroniknya meningkat tajam dalam lima tahun ini.

Para peneliti melihat faktor-faktor yang menaikkan e-waste, yang meliputi meningkatnya produk gadget di pasar, naiknya kelas menengah yang bisa membeli lebih dari satu gadget, dan cepatnya turnover gadget akibat pesatnya perubahan teknologi tinggi dan gaya hidup.

"Semakin banyak gadget dan mainan yang digerakkan plug atau baterai, dan ini semua memberikan sumbangan besar kepada bertambah banyaknya e-waste," kata Ruediger Kuehr, kepala penelitian ini, sebagaimana dikutip dari Antara News, Selasa (17/1/2017).

Saat  Asia memproduksi volume e-waste terbesar di dunia, sampah e-waste di Eropa dan Amerika mencapai empat kali dari per kapita mereka.

Sejumlah besar e-waste di negara-negara Barat itu telah diekspor ke negara-negara miskin sehingga memperbanyak sampah elektronik di negara-negara berkembang dan negara-negara miskin, padahal kebanyakan dari negara-negara ini kekurangan infrastruktur yang aman dan bersih untuk mendaur ulang. (antara)